Tuesday, June 9, 2015

Kisah inspiratif "nyaris membuat celaka"




Bill Hoover adalah seorang pilot penguji terkenal dengan sering tampil dalam pertunjukkan udara. Sebelumnya, seperti yang dijelaskan dalam majalah flight Operations, dalam sebuah penerbangan, kedua mesinnya mendadak berhenti pada ketinggian tiga ratus kaki di udara. Untung saja dia sudah sangat berpengalaman, sehingga dia berhasil mendaratkan pesawatnya dengan selamat. Namun, pesawat itu rusak parah meski tak seorang pun cedera.

            Tindakan Hoover yang pertama setelah pendaratan itu adalah memeriksa bahan bakar pesawat. Persis seperti yang dicurigai, pesawat baling-baling perang dunia II yang telah diterbangkannya itu ternyata diberi bahan bakar jet, bukan bensin. Itu bahan bakar yang salah. Pesawat lamanya tidak akan bisa mengadopsinya.
            Begitu kembali ke bandara, dia minta bertemu dengan mekanik yang telah merawat pesawatnya. Lelaki muda itu begitu gemetar karena rasa takut akan kesalahannya. Air mata dan keringat bercucuran mengalirdi wajahnya begitu hoover datang mendekat. Dia baru saja hampir menyebabkan nyawa orang melayang.
            Anda bisa membayangkan kemarahan Hoover. Setiap orang tentunya berpikir bahwa caci-makilah yang akan keluar dari lidah pilot tersebut atas kecerobohan seorang mekanik. Dan itu sangat wajar, semua orang akan memaklumi kemarahannya.
            Tetapi, Hoover tidak memarahi mekanik itu. Dia bahkan tidak mengkritiknya. Sebaliknya, dia memeluk bahu sang mekanik dan berkata, “untuk menunjukkan kepada anda bahwa saya yakin anda tidak pernah melakukannya lagi, saya ingin anda merawat F-51 saya besok.”

########

            Kalau kita menjadi mekanik itu, bagaimana perasaan kita ? takutnya pasti iya, kita berbuat kesalahan besar dan hampir merenggut nyawa orang. Apalagi orang yang terkenal. Mungkin kita juga akan gemetaran membayangkan hukuman penjara, kemarahan meledak-ledak, atau lebih buruk lagi dihajar. Dan pada saat mengalami seperti itu, kita pasti mengharapkan agar diampuni dan agar tidak di penjara atau dipukul.
            Lalu, ketika Hoover mengatakan “untuk menunjukkan pada anda bahwa saya yakin anda tidak pernah melakukannya lagi, saya ingin anda merawat F-51 saya besok.”, apa yang kita rasakan ? perasaan lega luar biasa.
            Dari pengalaman itu, pastinya kita tidak akan melakukan kesalahan lagi karena kita sudah dimaafkan, dan malah dipercaya lagi. Begitu juga yang dilakukan mekanik itu. Dia tidak pernah berbuat kesalahan lagi karena dia teringat peristiwa itu dan merasa berutang budi.
            Daripada kita membayangkan menjadi mekanik itu, kenapa kita sekarang tidak membayangkan sebaliknya. bagaimana kalau ada orang yang berbuat salah, kita maafkan, lalu kita beri juga dia kepercayaan ? bukankah ketika membayangkan menjadi mekanik itu, kita berharap pemaafan dan kesempatan lagi ? pasti begitu juga orang yang bersalah kepada kita.
            Lagipula, selalu lebih baik memaafkan daripada di maafkan. Dan, selalu lebih baik bukan kita yang berbuat kesalahan.

sumber : book lelaki, gadis, dan kopi campur garam



No comments:

Post a Comment