Friday, June 12, 2015
Manfaat buah "belimbing bintangnya vitamin c"
Belimbing memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat memberikan sensasi segar saat dikonsumsi. Belimbing merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Indonesia, India, dan Srilangka. Di Indonesia terdapat dua jenis belimbing yang sudah dikenal luas, yaitu belimbing sayur dan belimbing manis.
Belimbing sayur (Averrhoa blimbi) memilki ciri fisik yang khas seperti bentuk buahnya kecil seukuran ibu jari tangan berwarna hijau dengan rasa yang asam. Belimbing jenis ini biasa disebut juga belimbing wuluh atau belimbing sayur. Sementara itu, belimbing manis (Averrhoa carambola) memilki bentuk yang lebih besar dengan tekstur bergelombang. Kulit belimbing manis biasanya berwarna kuning kehijauan dengan rasa manis asam, tetapi kadang-kadang terasa sepet. Saat dipotong melintang, penampang belimbing terlihat menyerupai bintang sehingga buah ini kerap dijuluki buah bintang.
Jenis belimbing yang umum dikonsumsi oleh masyarakat sebagai buah atau pencuci mulut yaitu jenis belimbing manis. Selain rasa dan sensasinya yang khas, belimbing memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Kandungan utamanya adalah antioksidan, khususnya vitamin C. Faktanya, satu buah belimbing dengan bobot 100 gram dapat memenuhi 50% kebutuhan vitamin C dalam tubuh.
Kandungan Gizi Belimbing
Daging buah belimbing mengandung berbagai jenis zat gizi yang bermanfaat terhadap kesehatan, seperti vitamin A, vitamin C, serat, dan kalium.
Vitamin A dan Vitamin C, Sumber Antioksidan Terbaik
Buah belimbing merupakan sumber vitamin A dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan tangguh yang memerangi radikal bebas. Dalam bahan pangan terdapat dua jenis antioksidan, yaitu antioksidan primer dan antioksidan sekunder. Sebagian jenis sayur atau buah hanya memiliki satu jenis antioksidan. Namun, pada belimbing terkandung kedua jenis antioksidan tersebut. Antioksidan primer berfungsi untuk melindungi sel dari kerusakan radikal bebas. Sementara itu, antioksidan sekunder berfungsi untuk memperbaiki kerusakan sel akibat adanya oksidasi oleh radikal bebas.
Serat, Pengikut kolesterol
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, setiap mengonsumsi serat 10 gram/hari dapat menurunkan resiko penyakit jantung sebesar 14% dan menurunkan resiko kematian akibat jantung koroner sebesar 30%. Kandungan utama serat pada belimbing adalah pektin yang berperan sebagai antikolesterol. Pasalnya, pektin mampu mengikat asam empedu yang berasal dari hasil metabolisme kolesterol, lalu membantu mengeluarkannya melalui feses.
Kalium, Penjegal Stroke
Jumlah kalium dalam belimbing relatif banyak. Sedangkan jumlah natrium dalam belimbing relatif sedikit. Kedua zat ini berperan untuk mengendalikan keseimbangan cairan tubuh. Karena tingginya kandungan kalium dan rendahnya kadar natrium, belimbing mampu mengurangi resiko stroke dan menurunkan tekanan darah. Kalium juga diperlukan untuk menormalkan irama jantung dan pengalihan oksigen menuju otak.
sumber : book the miracle of fruit
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment