Saturday, June 13, 2015

Kisah inspiratif "koin penyok"




    Ada seorang laki-laki yang sudah hampir putus asa. Dia sudah lama menganggur, dan hampir setiap hari istrinya mengomel untuk dibelikan barang-barang kebutuhan pokok dan lain-lain. Dia memakluminya, tapi tidak ada yang bisa di lakukan kalau dia belum punya pekerjaan. Karena itu, hari ini dia ingin berjalan-jalan saja. Siapa tahu ada pekerjaan, pikirnya.
     Ketika laki-laki itu sedang menyusuri jalan yang cukup sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Merasa penasaran, ia membungkuk dan mengambilnya.
    “Ah, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu, ia tetap membawa koin itu ke sebuah bank. Sampai disana, pegawai bank malah menyarankan untuk membawa koin itu ke kolektor uang kuno
    Lelaki itu pun mengikuti anjuran pegawai bank, membawa koinnya ke kolektor. Betapa beruntungnya dia ketika si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dolar. Dia sudah membayangkan apa saja yang bisa dibeli untuk istrinya dengan uang sebanyak itu.

    Ketika sedang berjalan pulang, dia melihat ada toko perkakas yang sedang mengobral kayu karena toko itu mau pindah. Dia kemudian memutuskan untuk membeli beberapa kayu untuk bisa membuatkan istrinya beberapa dari kayu.
    Ditengah perjalanan, dia melawati pabrik kecil pembuat mebel. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Pemilik itu melihat kayu yang dibawa lelaki itu bagus. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dolar kepada lelaki itu. Laki-laki itu terlihat ragu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan menawarkan mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan disana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.
    Ditengah perjalanan, seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita menawarnya dengan harga 200 dolar. Ketika itu lelaki itu Nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dolar. Lelaki itu pun setuju. Kemudian, ia mengembalikan gerobak dan beranjak pulang
    Sebelum memasuki desa, dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung uang bernilai 250 dolar. Dan saat itu juga, seorang perampok keluar dari semak-semak, mengancungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.
    Istri si lelaki yang hendak keluar desa kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “apa yang terjadi ? engkau baik-baik saja kan ? apa yang diambil oleh perampok tadi ?
    Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “oh. Bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi.”

########

    Mungkin kita juga pernah mendapat sesuatu yang begitu bernilai, misal uang yang banyak. Kita pun akan senang, apalagi uang yang kita dapatkan bertambah terus
    Masalahnya, kadang orang megang sesuatu terlalu erat sehingga tidak siap kehilangan. Kehilangan jabatan, frustasi. Kehilangan harta, mencuri. Kehilangan  orang, bunuh diri. Dan lain sebagainya
    Tapi, bukan berarti kita tidak boleh mendapatkan semua itu. Hanya saja kita perlu sadar bahwa mendapatkan dan kehilangan itu hal biasa yang bisa terjadi pada semua orang. Itu bisa terjadi pada kita, pada orang yang kaya atau miskin, pada orang pintar atau bodoh, pada semuanya. Setiap hari, akan terjadi peristiwa mendapatkan dan kehilangan di seantero dunia, sama seperti halnya ada yang lahir dan mati, ada yang jatuh cinta atau patah hati. Terus seperti itu.
    Sayangnya, ada juga beberapa orang yang terlalu erat ‘mengenggam’. Seolah-olah, itu benar-benar ‘miliknya’ dan bukan milik Tuhan sehingga tidak mau kehilangan.
    Intinya, jiak kita siap mendapatkan maka kita juga harus siap kehilangan. Kita tidak bisa mengharapkan sesuatu terus datang kepada kita tanpa pernah merasa kehilangan. Karena ini bumi, bukan surga yang semuanya abadi.

sumber artikel : book lelaki, gadis, dan kopi campur garam









No comments:

Post a Comment